R3 Lithium Luncurkan Pabrik Daur Ulang Baterai di Georgia, Ambisi Kuasai Pasokan Lithium Domestik
Kliksimas
Redaksi
Kliksimas.com - R3 Lithium, startup yang baru keluar dari mode stealth, resmi memulai operasi pabrik daur ulang baterai bekas di Covington, Georgia. Fasilitas tersebut sebelumnya dimiliki Ascend Elements, perusahaan yang mengajukan kebangkrutan pada awal tahun ini.
Dengan suntikan pendanaan Seri A sebesar US$15 juta, R3 Lithium menargetkan produksi lithium karbonat dengan tingkat kemurnian lebih dari 99%. Produksi tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan industri kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, sekaligus memperkuat pasokan lithium domestik di Amerika Serikat.
R3 Lithium Ambil Alih Fasilitas Ascend Elements
Ascend Elements sebelumnya mengoperasikan fasilitas di Covington sebagai bagian dari bisnis pengolahan material baterai. Namun, perusahaan kemudian mengajukan kebangkrutan Chapter 11 setelah menghadapi sejumlah tekanan bisnis, termasuk sengketa konstruksi di pabrik utama Kentucky, pembatalan hibah federal, serta penurunan harga lithium.
Presiden dan CEO Ascend Elements, Linh Austin, juga menjelaskan bahwa perusahaan telah menghadapi masalah keuangan dan kewajiban yang berlangsung dalam jangka panjang. Proses kebangkrutan kemudian menjadi langkah untuk memberikan ruang bagi perusahaan melakukan restrukturisasi dan melanjutkan aktivitas bisnis dalam bentuk baru.
R3 Lithium kemudian membeli fasilitas tersebut pada 26 Juli tanpa beban utang. Langkah ini memungkinkan perusahaan memulai kembali operasi dengan struktur ekonomi yang berbeda dan fokus pada produksi lithium domestik.
R3 juga mempertahankan sejumlah anggota tim yang sebelumnya menjalankan produksi komersial pada 2025. Linh Austin bahkan kini menjabat sebagai CEO R3 Lithium, sehingga pengalaman operasional dari fasilitas tersebut tetap dapat digunakan dalam pengembangan bisnis baru.
Strategi Produksi Lithium Berbasis Daur Ulang
R3 Lithium membawa strategi yang berfokus pada pembangunan rantai pasokan lithium yang lebih berkelanjutan melalui proses daur ulang baterai.
Perusahaan menggunakan teknologi yang disebut Hydro-to-Cathode® untuk mengolah material baterai bekas dan menghasilkan bahan baku lithium berkualitas tinggi. Pendekatan ini memungkinkan lithium diperoleh dari material baterai yang sudah tidak digunakan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada penambangan primer.
Salah satu keunggulan fasilitas tersebut adalah kemampuannya memproduksi lithium karbonat dengan tingkat kemurnian lebih dari 99% dari baterai bekas dan scrap.
Proses produksi R3 memanfaatkan kristalisasi berbasis kalkiner dan presipitasi berbasis air untuk mengekstrak lithium dari material yang dikenal sebagai black mass. Material ini berasal dari baterai yang telah melalui proses penghancuran dan pemisahan.
Dengan pendekatan tersebut, limbah baterai dapat kembali menjadi sumber bahan baku yang memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu membangun sistem pasokan lithium yang lebih melingkar.
Kapasitas Produksi Siap Dikembangkan
Fasilitas Covington memiliki kapasitas shredding hingga 30.000 metrik ton dan lini produksi lithium karbonat sebesar 2.500 metrik ton. Perusahaan juga telah menyiapkan ruang untuk menambahkan lini produksi kedua dengan kapasitas 2.500 metrik ton.
Kapasitas tersebut memberikan peluang bagi R3 Lithium untuk meningkatkan produksi secara bertahap sesuai dengan perkembangan permintaan pasar.
Strategi ini menjadi penting karena kebutuhan lithium diperkirakan terus meningkat seiring pertumbuhan kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi. Dengan memanfaatkan baterai bekas sebagai sumber bahan baku, perusahaan berupaya menciptakan alternatif terhadap rantai pasokan lithium yang selama ini masih bergantung pada penambangan dan pemrosesan lintas negara.
Pendanaan dan Kemitraan Strategis
Untuk mendukung pengembangan fasilitasnya, R3 Lithium memperoleh pendanaan Seri A sebesar US$15 juta dari Integral GlobalTech Partners, TDK Ventures, dan Axial Partners.
Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung peningkatan lini produksi lithium karbonat di fasilitas Covington.
Selain pendanaan, R3 Lithium juga telah mengamankan kontrak off-take dengan nilai lebih dari US$1 miliar. Salah satu kesepakatan penting adalah perjanjian take-or-pay dengan Trafigura, salah satu perusahaan perdagangan komoditas global.
Kesepakatan tersebut memberikan kepastian pasar bagi produksi lithium yang dihasilkan perusahaan. Bagi R3 Lithium, dukungan kontrak jangka panjang menjadi bagian penting dalam membangun fasilitas produksi yang membutuhkan investasi besar.
Strategi Ekspansi ke Amerika Utara dan Eropa
R3 Lithium tidak hanya menargetkan satu fasilitas. Perusahaan telah menyiapkan rencana untuk membangun jaringan fasilitas pengolahan lithium karbonat dan black mass shredding di Amerika Utara dan Eropa.
Model ekspansi tersebut menggunakan pendekatan modular dengan unit berkapasitas 5.000 metrik ton per tahun. Fasilitas baru akan dikembangkan berdasarkan adanya kontrak off-take yang mendukung kapasitas produksi.
Strategi tersebut memungkinkan perusahaan memperluas kapasitas secara bertahap sekaligus mengurangi risiko membangun fasilitas produksi tanpa kepastian permintaan.
Jika rencana berjalan sesuai target, fasilitas Covington diproyeksikan beroperasi penuh pada tahun depan dan berpotensi menyumbang lebih dari setengah pasokan lithium karbonat yang diproduksi secara domestik.
Daur Ulang Baterai dan Masa Depan Kendaraan Listrik
Pertumbuhan kendaraan listrik membuat kebutuhan terhadap lithium dan material baterai lainnya semakin besar. Kondisi tersebut menciptakan tantangan bagi industri untuk memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rantai pasokan luar negeri.
Daur ulang baterai menjadi salah satu pendekatan yang dapat membantu menjawab tantangan tersebut. Baterai yang telah mencapai akhir masa pakainya tidak harus langsung menjadi limbah, tetapi dapat diproses kembali untuk mengambil material bernilai seperti lithium.
Bagi Amerika Serikat, pengembangan fasilitas seperti R3 Lithium juga memiliki nilai strategis karena dapat membantu membangun rantai pasokan lithium domestik yang lebih kuat.
Dengan mengolah baterai bekas di dalam negeri, material yang sebelumnya berpotensi berakhir sebagai limbah dapat kembali masuk ke rantai produksi dan digunakan untuk mendukung kebutuhan industri baterai berikutnya.
Kesimpulan
R3 Lithium mengambil langkah besar dengan mengoperasikan kembali fasilitas daur ulang baterai di Covington, Georgia, setelah sebelumnya fasilitas tersebut berada di bawah Ascend Elements.
Dengan pendanaan US$15 juta, kapasitas shredding 30.000 metrik ton, serta lini produksi lithium karbonat 2.500 metrik ton, perusahaan memiliki fondasi untuk mengembangkan produksi lithium berbasis daur ulang.
Ditambah kontrak off-take lebih dari US$1 miliar dan rencana ekspansi ke Amerika Utara serta Eropa, R3 Lithium berupaya membangun rantai pasokan lithium yang tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada daur ulang dan pemanfaatan kembali material baterai.
Jika strategi tersebut berhasil, fasilitas Covington dapat menjadi bagian penting dalam upaya Amerika Serikat mengurangi ketergantungan pada pasokan lithium dari luar negeri sekaligus memenuhi kebutuhan material untuk kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi di masa depan.